Posting pemuda yang terlambat. Yah, inilah judul yang mungkin cocok untuk disampaikan. Peringatan sumpah pemuda sudah berlalu, tapi pemuda ini baru menyusun kata demi kata untuk menyampaikan isi hatinya. Bukan tanpa alasan sang pemuda terlambat memposting rangkaian katanya ini, tetapi bingung akan menyusun rangkaian kata yang bagaimana yang sesuai. Apa mungkin karena pemikiranya sang pemuda yang lambat, atau karena melihat tingkah laku pemuda lainnya yang kurang tanggap.

Alasan memang banyak, tetapi perkembangan akan terus berlanjut tanpa memperhatikan alasan. Seribu alasan hanya akan membuat pemuda jadi malas. Saya juga malas mencari alasan.

Memperingati Sumpah Pemuda sudah menjadi tradisi sepanjang zaman bagi bangsa Indonesia, tapi apa itu hanya menjadi rutinitas belaka tanpa adanya kemajuan kata salah seorang pemuda, atau bahkan memperingati sumpah pemuda akan menjadi jadul kata seorang lainnya, atau kita memperingati sumpah pemuda karena itu jadi diri pemuda Indonesia kata seorang lainnya, atau apa lagi yang dikatakan mereka.

Lalu yang benar yang mana ? Semua benar menurut mereka masing – masing. Tetapi yang benar menurut kebenaran adalah sumpah pemuda harus menjadikan pemuda Indonesia benar – benar paham maksud dan tujuan secara hakiki dari sumpah pemuda, bukan hafal secara tekstual seperti anak SD atau bahkan tidak tahu sama sekali tentang sumpah pemuda karena sudah usang dimakan zaman.

SUMPAH PEMUDA

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Begitulah kira – kira tulisannya secara tekstual. Lalu bagaimana jika dilantunkan dengan jiwa merah putih? di gerakkan dengan raga merah putih? Pemuda Indonesia adalah jawabannya. Yah, pemuda yang akan memahami makna hakiki dari sumpah pemuda, dialah pemuda Indonesia harapan bangsa.

Kalau tidak bisa melantunkan bagaimana? Jangankan melantunkan, judulnya saja yang tahu kalau ada sumpah pemuda, tapi isinya lupa? Jangankan hafal, teksnya saja sudah lupa bentuknya? Entah alasan apalagi yang dikumandangkan. Ini yang susah, jangan mengaku pemuda Indonesia jika tidak tahu sumpah pemuda.

Ini peringatan untuk saya sendiri. Bukan untuk yang lain. Karena penulis sendiri belum tahu makna sumpah pemuda secara hakiki, lalu bagaimana bisa mengingatkan yang lain???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *