Dasar – Dasar Pemikiran Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama

Sebagai organisasi sosial keagamaan yang moderat, NU memiliki dasar – dasar pemikiran sebagai landasan organisasi. Adapun sesuai dengan hasil Muktamar ke – 27 di Situbondo tahun 1984, ditetapkan Khittah Nahdlatul Ulama. Khittah Nahdlatul Ulama adalah landasan berpikir, bersikap dan bertindak warga Mahdlatul Ulama yang dicerminkan dalam tingkah laku perseorangan maupun organisasi serta setiap proses pengambilan keputusan. Salah satu isi dari Khittah NU tersebut adalah dasar – dasar pemikiran NU yang masuk pada poin 3 Khittah NU.

Dasar – dasar pemikiran NU adalah sebagai berikut :

1. Nahdlatul Ulama mendasarkan paham keagamaannya kepada sumber ajaran islam, yaitu Al Qur’an, As Sunnah, Al Ijma’ (kesepakatan pada sahabat dan ulama), dan A Qiyas (analogi),

2. Dalam memahami, menafsirkan Islam dari sumber-sumbernya di atas, Nahdlatul Ulama mengikuti paham Ahlussunnah Wal Jamaah dan menggunakan jalan pendekatan IAl Madzhab) : Di bidang bidang aqidah, Nahdlatul Ulama mengikuti paham Ahsusunnah Wal Jama’ah yang dipelopori oleh Imam Abul Hasan Al Asy’ari dan Imam Manshur Al Maturidi. Di bidang fiqih, Nahdlatul Ulama mengikuti jalan pendekatan (Al Madzhab) salah satu dari empat madzhab, yaitu : Abu Hanifah an Nu’man, Imam Malik bin Anas, Imam Muhammad bin Idris As Syafi’i, serta Imam Ahmad bin Hambal. Di bidang tasawuf mengikuti Imam Al Junaidi Al Baghdady dan Imam Ghazali, serta imam lainnya

3. Nahdaltul Ulama mengikuti pendirian bahwa Islam adalah agama yang fitri yang bersifat menyempurnakan segala kebaikan yang dimiliki oleh manusia. Paham keagamaan yang dianut Nahdlatul Ulama bersifat menyempurnakan nilai-nilai yang baik yang sudah ada dan menjadi milik serta ciri-ciri suatu kelompok manusia seperti suku maupun bangsa, dan tidak bertujuan menghapus nilai-nilai tersebut.

Sumber : Antologi NU

Wallahua’lam (Hanya Allah yang lebih mengetahui)